Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyatakan dukungan terhadap inisiatif kerja sama antara Kelompok Tani Gura Ino dengan investor kayu balsa. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif di daerah tersebut.
Dukungan ini disampaikan oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, saat kegiatan penanaman pohon balsa yang berlangsung di lahan kosong di belakang rumah dinas Bupati dan Ketua DPRD di Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.
Kegiatan tersebut menandai dimulainya kemitraan antara Kelompok Tani Gura Ino dengan PT Gwenelda Prima Utama, perusahaan yang berencana mengembangkan budidaya kayu balsa sekaligus membangun pabrik pengolahan setengah jadi di Halmahera Utara.
Peluang Ekonomi Baru bagi Petani Lokal
Bupati Piet Hein Babua menyatakan bahwa kerja sama antara petani lokal dan investor merupakan langkah positif untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Menurutnya, budidaya kayu balsa memiliki potensi besar sebagai peluang ekonomi baru, khususnya bagi warga yang memiliki lahan kosong atau belum dimanfaatkan.
Pemerintah daerah juga telah memberikan izin pemanfaatan sebagian lahan milik PTPN sebagai lokasi penanaman pohon balsa. Langkah ini diharapkan mampu memperluas area budidaya serta mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pertanian produktif.
Bupati mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sebagian warga di Tobelo telah lebih dulu menanam pohon balsa dan aktivitas jual beli kayu tersebut mulai berkembang.
Dengan masuknya investor, pemerintah berharap komoditas ini dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Halmahera Utara.
Pohon Balsa Memiliki Masa Panen Relatif Singkat
Salah satu alasan kayu balsa dinilai menjanjikan adalah masa panennya yang relatif cepat dibandingkan tanaman kayu lainnya. Berdasarkan informasi dari perusahaan, pohon balsa dapat dipanen dalam waktu sekitar dua hingga dua setengah tahun.
Periode panen yang singkat ini memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh hasil ekonomi dalam waktu relatif cepat. Dengan metode budidaya yang tepat, komoditas ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Bupati menegaskan bahwa pengembangan perkebunan balsa dapat menjadi pilihan strategis dalam memanfaatkan lahan tidur secara produktif sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Investor Wajib Bangun Fasilitas Pengolahan
Pemerintah Halmahera Utara juga menegaskan komitmennya untuk memastikan investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Bupati menekankan bahwa investor yang memanfaatkan sumber daya alam daerah wajib membangun fasilitas pengolahan di wilayah tersebut.
Menurutnya, kebijakan ini penting agar sumber daya alam daerah memberikan nilai tambah, bukan sekadar diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pemerintah tidak akan mengizinkan investor hanya membeli bahan baku tanpa membangun industri pengolahan di Halmahera Utara.
Melalui kerja sama dengan PT Gwenelda Prima Utama, perusahaan tersebut berkomitmen membangun pabrik pengolahan kayu balsa setengah jadi yang diharapkan membuka lapangan kerja baru.
Program Penanaman Balsa Dukung Kota Hijau
Pemerintah daerah juga menginisiasi program penanaman pohon balsa di lahan PTPN yang tidak terpakai sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan perkotaan yang hijau dan bernilai ekonomi.
Selain mendukung sektor pertanian, program ini juga diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan lingkungan perkotaan yang ramah lingkungan.
Bupati berharap Kelompok Tani Gura Ino dapat mengelola program ini secara konsisten hingga masa panen. Jika berhasil, program ini berpotensi menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lain.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran investor yang membangun fasilitas pengolahan merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam industri kayu balsa.
Kegiatan penanaman tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Tobelo, perwakilan PT Gwenelda Prima Utama, serta anggota Kelompok Tani Gura Ino.
